Home /Beranda

Saturday, March 24, 2012

Interpretasi Output SPSS 20 untuk Data Korelasi dan Regresi Berganda

Hubungan serta PENGARUH Motivasi Kerja dan  Kemampuan Pegawai
terhadap Pelayanan Mahasiswa pada biro akademik kemahasiswaan


a.       Variabel Motivasi Kerja (X1)
b.      Variabel Kemampuan Pegawai (X2)
c.       Variabel Pelayanan Mahasiswa (Y)
d.      Sampel sebanyak 64 responden
e.      Tingkat kesalahan α = 0,05


Pertanyaan:
1.       Apakah ada hubungan yang signifikan antara (X1) dengan (X2) secara bersama-sama terhadap (Y)?
2.       Apakah ada pengaruh yang signifikan antara (X1) dengan (X2) secara bersama-sama terhadap (Y)?

Data Penelitian sebagai berikut :
Data Variabel (X1), (X2) dan (Y)
No.
X1
X2
Y

No.
X1
X2
Y
1
42
67
54

33
48
97
61
2
41
58
50

34
47
77
40
3
55
90
61

35
47
99
48
4
68
77
47

36
41
77
54
5
61
99
68

37
41
77
34
6
61
109
82

38
42
55
48
7
54
76
67

39
61
88
68
8
48
75
69

40
69
120
67
9
40
77
55

41
62
87
67
10
34
67
48

42
65
87
75
11
48
68
47

43
48
50
56
12
38
67
55

44
52
87
60
13
55
89
61

45
47
87
47
14
62
87
61

46
47
87
60
15
68
87
68

47
47
81
61
16
56
87
65

48
41
55
47
17
38
65
70

49
55
88
68
18
61
95
75

50
75
98
68
19
68
105
61

51
62
87
74
20
60
78
54

52
68
87
75
21
55
77
60

53
48
44
55
22
27
66
55

54
49
94
61
23
48
66
55

55
48
77
46
24
40
55
47

56
54
55
61
25
40
78
56

57
54
76
58
26
48
79
54

58
48
65
50
27
38
75
69

59
61
90
68
28
57
98
74

60
54
119
75
29
68
98
68

61
68
119
75
30
61
87
66

62
68
98
75
31
35
87
61

63
47
55
56
32
40
77
69

64
41
66
61

Output :


Correlations

Motivasi Kerja
Kemampuan Pegawai
Pelayanan Mahasiswa
Motivasi Kerja
Pearson Correlation
1
.617**
.549**
Sig. (2-tailed)

.000
.000
N
64
64
64
Kemampuan Pegawai
Pearson Correlation
.617**
1
.571**
Sig. (2-tailed)
.000

.000
N
64
64
64
Pelayanan Mahasiswa
Pearson Correlation
.549**
.571**
1
Sig. (2-tailed)
.000
.000

N
64
64
64
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).


Variables Entered/Removeda
Model
Variables Entered
Variables Removed
Method
1
Kemampuan Pegawai, Motivasi Kerjab
.
Enter
a. Dependent Variable: Pelayanan Mahasiswa
b. All requested variables entered.


Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1
.624a
.389
.369
7.93843
1.463
a. Predictors: (Constant), Kemampuan Pegawai, Motivasi Kerja
b. Dependent Variable: Pelayanan Mahasiswa


ANOVAa
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
2445.846
2
1222.923
19.406
.000b
Residual
3844.139
61
63.019


Total
6289.984
63



a. Dependent Variable: Pelayanan Mahasiswa
b. Predictors: (Constant), Kemampuan Pegawai, Motivasi Kerja

 
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
95.0% Confidence Interval for B
B
Std. Error
Beta
Lower Bound
Upper Bound
1
(Constant)
26.802
5.499

4.874
.000
15.805
37.799
Motivasi Kerja
.297
.119
.318
2.503
.015
.060
.534
Kemampuan Pegawai
.225
.076
.375
2.945
.005
.072
.378
a. Dependent Variable: Pelayanan Mahasiswa


Coefficient Correlationsa
Model
Kemampuan Pegawai
Motivasi Kerja
1
Correlations
Kemampuan Pegawai
1.000
-.617
Motivasi Kerja
-.617
1.000
Covariances
Kemampuan Pegawai
.006
-.006
Motivasi Kerja
-.006
.014
a. Dependent Variable: Pelayanan Mahasiswa

Residuals Statisticsa

Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
N
Predicted Value
49.6822
74.3134
60.4844
6.23081
64
Residual
-22.31607
17.27720
.00000
7.81141
64
Std. Predicted Value
-1.734
2.219
.000
1.000
64
Std. Residual
-2.811
2.176
.000
.984
64
a. Dependent Variable: Pelayanan Mahasiswa

 Analisis 1:

1.       Apakah ada hubungan yang signifikan antara (X1) dengan (X2) secara bersama-sama terhadap (Y)?
Hipotesis dan Pengambilan Keputusan
Hipotesis 1.
H0        : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja dengan Pelayanan Mahasiswa pada biro akademik kemahasiswaan
H1            : Terdapat hubungan yang signifikan  antara Motivasi Kerja dengan Pelayanan Mahasiswa pada biro akademik kemahasiswaan
Hipotesis 2.
H0            : Tidak terdapat hubungan yang signifikan  antara Kemampuan Pegawai dengan Pelayanan Mahasiswa pada biro akademik kemahasiswaan
H1            : Terdapat hubungan yang signifikan  antara Kemampuan Pegawai dengan Pelayanan Mahasiswa pada biro akademik kemahasiswaan

Dasar Pengambilan Keputusan 1
Dengan melihat angka probabilitas, dengan aturan :
  • Probabilitas Sig. > 0.05, maka H0 diterima.
Berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja dengan Pelayanan Mahasiswa pada biro akademik kemahasiswaan
  • Probabilitas Sig. < 0.05, maka H0 ditolak.
Berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja dengan Pelayanan Mahasiswa pada biro akademik kemahasiswaan

Dasar Pengambilan Keputusan 1
Dengan melihat angka probabilitas, dengan aturan :
  • Probabilitas Sig. > 0.05, maka H0 diterima.
Berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Kemampuan Pegawai dengan Pelayanan Mahasiswa pada biro akademik kemahasiswaan
  • Probabilitas Sig. < 0.05, maka H0 ditolak.
Berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Kemampuan Pegawai dengan Pelayanan Mahasiswa pada biro akademik kemahasiswaan
 
Hasil Uji Outputdan  Analisis
Correlations

Motivasi Kerja
Kemampuan Pegawai
Pelayanan Mahasiswa
Motivasi Kerja
Pearson Correlation
1
.617**
.549**
Sig. (2-tailed)

.000
.000
N
64
64
64
Kemampuan Pegawai
Pearson Correlation
.617**
1
.571**
Sig. (2-tailed)
.000

.000
N
64
64
64
Pelayanan Mahasiswa
Pearson Correlation
.549**
.571**
1
Sig. (2-tailed)
.000
.000

N
64
64
64
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Angka korelasi antara Motivasi Kerja dengan Pelayanan Mahasiswa di dapat 0.549 dengan signifikansi Sig. = 0.000 < 0.05, maka H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan korelasi 0,549 signifikan. Peningkatan Motivasi Kerja Pegawai sudah tentu akan meningkatkan Pelayanan terhadap Mahasiswa.
Angka korelasi antara Kemampuan Pegawai dengan Pelayanan Mahasiswa di dapat 0.571 dengan signifikansi Sig. = 0.000 < 0.05, maka H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan korelasi 0,571 signifikan. Peningkatan Motivasi Kerja Pegawai sudah tentu akan meningkatkan Pelayanan terhadap Mahasiswa.

Analisis 2:
1.       Apakah ada pengaruh yang signifikan antara (X1) dengan (X2) secara bersama-sama terhadap (Y)?
Hipotesis dan Pengambilan Keputusan
Hipotesis.
H0            : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Motivasi Kerja, Kemampuan Pegawai dengan Pelayanan Mahasiswa pada biro akademik kemahasiswaan
H1            : Terdapat pengaruh yang signifikan  antara Motivasi Kerja, Kemampuan Pegawai dengan Pelayanan Mahasiswa pada biro akademik kemahasiswaan

Dasar Pengambilan Keputusan 1
Dengan melihat angka probabilitas, dengan aturan :
  • Probabilitas Sig. > 0.05, maka H0 diterima.
Berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara c pada biro akademik kemahasiswaan Universitas Pattimura Ambon.
  • Probabilitas Sig. < 0.05, maka H0 ditolak.
Berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara Motivasi Kerja, Kemampuan Pegawai dengan Pelayanan Mahasiswa pada biro akademik kemahasiswaan

Hasil Uji Outputdan  Analisis

Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1
.624a
.389
.369
7.93843
1.463
a. Predictors: (Constant), Kemampuan Pegawai, Motivasi Kerja
b. Dependent Variable: Pelayanan Mahasiswa
Penjelasaan Model Summary
Dari hasil perhitungan SPSS diperoleh R = 0.624, dengan R2 = 0.389. Nilai R merupakan hubungan antara  Motivasi Kerja dan Kemampuan Pegawai dengan Pelayanan Mahasiswa. Sedangkan untuk mengetahui seberapa besar kualitas model regresi linier berganda yang terbentuk, perhatikan nilai koefisien determinasi (R square) = 0.369. Nilai tersebut menunjukkan informasi bahwa 37% nilai dari besarnya Pelayanan Mahasiswa telah dapat dijelaskan oleh data Motivasi Kerja dan Kemampuan Pegawai. Sedangkan sisanya 63% informasi mengenai besarnya Pelayanan Mahasiswa belum dapat  dijelaskan oleh variabel-variabel bebas tersebut.

Pendeteksian Autokorelasi
Dari table Summary terdapat nilai untuk Durbin-Watson = 1.463. Penggunaan nilai ini bertujuan untuk menguji apakah ada atau tidak autokorelasi. Dasar pengambilan keputusannya :
Jika nilai Durbin-Watson berada pada rentang -2 ≤  Durbin-Watson  ≤  2, maka tidak terjadi autokorelasi. Sedangkan jika tidak pada rentang tersebut terjadi autokorelasi.
Karna pada kasus ini dihasilkan nilai 1.463 yang berada pada rentang -2 ≤  n  ≤  2, maka antara variable Motivasi Pegawai dan Kemampuan Pegawai tidak terjadi autokorelasi.

Penjelasan ANOVA
ANOVAa
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
2445.846
2
1222.923
19.406
.000b
Residual
3844.139
61
63.019


Total
6289.984
63



a. Dependent Variable: Pelayanan Mahasiswa
b. Predictors: (Constant), Kemampuan Pegawai, Motivasi Kerja
Untuk melihat signifikansi koefisien determinasi kita dapat melihat nilai Fhitung dan nilai Sig. atau dengan membandingkan nilai Ftabel. Dari tabel ANOVA diperoleh nilai Fhitung sebesar 19,406 dengan nilai Sig. sebesar 0,000. Sedangkan nilai Ftabel diperoleh pada table F dengan v1=2 dan v2=61, yaitu sebesar 3,15. Dari kondisi tersebut terlihat bahwa nilai Fhitung > Ftabel dan nilai Sig. < dari nilai α (0.05), maka kesimpulan yang bisa diambil adalah menolak H0 yang berarti koefisien determinasi adalah signifikan secara statistik serta menunjukkan persamaan regresi berganda yang dihasilkan dapat digunakan untuk  memprediksi Pelayanan Mahasiswa.
Penjelasan Coefficient Model
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
95.0% Confidence Interval for B
Collinearity Statistics
B
Std. Error
Beta
Lower Bound
Upper Bound
Tolerance
VIF
1
(Constant)
26.802
5.499

4.874
.000
15.805
37.799


Motivasi Kerja
.297
.119
.318
2.503
.015
.060
.534
.619
1.615
Kemampuan Pegawai
.225
.076
.375
2.945
.005
.072
.378
.619
1.615
a. Dependent Variable: Pelayanan Mahasiswa
Dari nilai persamaan yang dihasilkan oleh regresi diperoleh persamaan sebagai berikut :
  • Pelayanan Mahasiswa  =  26,802 + 0,297 Motivasi Kerja + 0,225 Kemampuan Pegawai
  • Nilai konstanta sebesar 26,802 menyatakan jika tidak ada kedua variabel bebas, maka Pelayanan Mahasiswa  sebesar  26,802.
  • Nilai koofisien sebesar koefisien 0,297 menunjukkan bahwa meningkatnya Motivasi Kerja sebesar 1 akan meningkatkan Pelayanan terhadap Mahasiswa sebesar 0,297.
  • Nilai koofisien sebesar koefisien 0,225 menunjukkan bahwa meningkatnya Kemampuan Pegawai sebesar 1 akan meningkatkan Pelayanan terhadap Mahasiswa sebesar 0,225.

Nilai uji t menunjukkan tingkat signifikansi konstanta dan variable independent.
  • Signifikansi variable konstanta; sig. = 0.000 < 0.05 ini menunjukkan bahwa konstanta mempengaruhi secara signifikan dalam regresi ganda.
  • Signifikansi variable Motivasi Kerja; sig. = 0.015 < 0.05 ini menunjukkan bahwa Motivasi Kerja mempengaruhi secara signifikan dalam regresi ganda.
  • Signifikansi variable Kemampuan Pegawai; sig. = 0.05 ≤ 0.05 ini menunjukkan bahwa Kemampuan Pegawai cukup mempengaruhi secara signifikan dalam regresi ganda.
Deteksi Adanya Multikolinearitas

Pedoman model regresi yang bebas miltikolinearitas adalah dengan melihat besaran di collinearity statistics :
  • Mempunyai nilai VIF yang mendekati 1
  • Mempunyai nilai Tolerance yang mendekati 1
Dari table hasil uji Coeficients Model terlihat bahwa nilai VIF dan Tolerance adalah disekitar angka 1 sehingga dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi merupakan persamaan regresi yang baik.

KESIMPULAN :
  1. Angka korelasi antara Kemampuan Pegawai dengan Pelayanan Mahasiswa di dapat 0.571 dengan signifikansi Sig. = 0.000 < 0.05, maka H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan korelasi 0,571 signifikan. Peningkatan Motivasi Kerja Pegawai sudah tentu akan meningkatkan Pelayanan terhadap Mahasiswa.D
  2. Dari tabel ANOVA diperoleh nilai Fhitung sebesar 19,406 dengan nilai Sig. sebesar 0,000. Sedangkan nilai Ftabel diperoleh pada table F dengan v1=2 dan v2=61, yaitu sebesar 3,15. Dari kondisi tersebut terlihat bahwa nilai Fhitung > Ftabel dan nilai Sig. < dari nilai α (0.05), maka H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan  antara Motivasi Kerja, Kemampuan Pegawai dengan Pelayanan Mahasiswa pada biro akademik kemahasiswaan

8 comments:

  1. makasih, sangat membantu. boleh copy ya..

    ReplyDelete
  2. makasi sekali om....
    saya copy dan print yag :)

    ReplyDelete
  3. Thankyou so much pak buat ilmu nya.. GBU

    ReplyDelete
  4. Min, pengen tahu sumber "Jika nilai Durbin-Watson berada pada rentang -2 ≤ Durbin-Watson ≤ 2, maka tidak terjadi autokorelasi. Sedangkan jika tidak pada rentang tersebut terjadi autokorelasi."....kalo dibandingin dengan nilai Dl dan Du gimana ya?

    ReplyDelete
  5. thank you bro..izin copy ya..

    ReplyDelete