Home /Beranda

Wednesday, February 11, 2015

PENILAIAN PORTOFOLIO

1.        Deskripsi Singkat
Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik  dan terus  melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar peserta didik melalui karyanya, antara lain: karangan, puisi, surat, komposisi, musik.
Selanjutnya apa saja yang bisa dipelajari lebih lanjut mengenai penilaian portofolio  dijelaskan pada bab ini.

2.      Kompetensi Dasar
Mahasiswa mampu mendeskripsikan penilaian portofolio.

3.      Indikator
  1. Mendiskusikan dalam kelompok kecil tentang penilaian portofolio
  2. Merancang  penilaian terhadap portofolio siswa

1.      Materi
a.  Pengertian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik.
Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik  dan terus  melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar peserta didik melalui karyanya, antara lain: karangan, puisi, surat, komposisi, musik.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio di sekolah, antara lain:
1.      Karya siswa adalah karya peserta didik itu sendiri.
Guru melakukan penelitian, pemeriksaan atas hasil karya peserta didik yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh peserta didik itu sendiri.
2.      Saling percaya antara guru dan peserta didik
Dalam proses penilaian guru dan peserta didik harus memiliki rasa saling percaya, saling memerlukan dan saling membantu sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik.
3.      Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik
Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan peserta didik perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan sehingga memberi dampak negatif proses pendidikan
4.      Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru
Guru dan peserta didik perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio sehingga peserta didik akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya.
5.      Kepuasan
Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dorongan peserta didik untuk lebih meningkatkan diri.
6.      Kesesuaian
Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum.
7.      Penilaian proses dan hasil
Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya peserta didik.
8.      Penilaian dan pembelajaran
Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan peserta didik.

b.   Teknik Penilaian Portofolio
Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah sebagai berikut:
1)      Jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio, tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh guru untuk penilaian, tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri. Dengan melihat portofolionya peserta didik dapat mengetahui kemampuan, keterampilan, dan minatnya. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan, tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri.
2)      Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. Portofolio antara peserta didik yang satu dan yang lain bisa sama bisa berbeda.
3)      Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing atau loker masing-masing di sekolah.
4)      Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.
5)      Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik. Contoh, Kriteria penilaian kemampuan menulis karangan yaitu: penggunaan tata bahasa, pemilihan kosa-kata, kelengkapan gagasan, dan  sistematika penulisan. Dengan demikian, peserta didik mengetahui harapan (standar) guru dan berusaha mencapai standar tersebut.
6)      Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Guru dapat membimbing peserta didik, bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut, serta bagaimana cara memperbaikinya. Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio.
7)      Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaiki. Namun, antara peserta didik dan guru perlu dibuat “kontrak” atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan, misalnya 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus diserahkan kepada guru.

Bila perlu, jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio. Jika perlu, undang orang tua peserta didik dan  diberi penjelasan tentang maksud serta tujuan portofolio, sehingga orangtua dapat membantu dan memotivasi anak.

Sunday, June 2, 2013

Teknik Pengambilan Sampel Dalam Penelitian (Skripsi, Tesis, Disertasi, dll)

      
Sampel adalah sebagian dari populasi. Artinya tidak akan ada sampel jika tidak ada populasi. Populasi adalah keseluruhan elemen atau unsur yang akan kita teliti. Penelitian yang dilakukan atas seluruh elemen dinamakan sensus. Idealnya, agar hasil penelitiannya lebih bisa dipercaya, seorang peneliti harus melakukan sensus. Namun karena sesuatu hal peneliti bisa tidak meneliti keseluruhan elemen tadi, maka yang bisa dilakukannya adalah meneliti sebagian dari keseluruhan elemen atau unsur tadi.

Sunday, May 5, 2013

Menentukan Ukuran Sampel menggunakan Rumus SLOVIN dan Tabel KREJCIE-MORGAN

        Didalam melakukan penelitian, salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh para peneliti adalah, “berapa besar ukuran sampel yang sebaiknya harus diambil, agar sampel tersebut dapat  merepresentasikan populasinya”. Peneliti sering dihadapkan pada beberapa alternatif pilihan metode, teknik, cara-cara, maupun rumus-rumus untuk menentukan ukuran sampel, namun tidak tahu mana yang sebaiknya harus mereka pilih.

Tuesday, February 26, 2013

Download Ratusan Referensi Jurnal Ilmiah dalam waktu 1 Detik. Bisa ngak ya?

        Terkadang dalam menyusun Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi maupun penelitian-penelitian yang lain) kita sering terhambat dengan masalah referensi JURNAL. Jurnal-jurnal ini diperlukan untuk mendukung penelitian. Karya ilmiah merupakan keharusan bagi orang yang berkecimpung di dunia ilmiah. Murid di sekolah, mahasiswa di perguruan tinggi, dan kalangan profesional serta para akademisi membuat karya ilmiah.

Thursday, February 21, 2013

Daya Beda Butir Tes

Untuk mengetahui daya pembeda soal bentuk uraian adalah dengan menggunakan rumus berikut ini.

Hasil perhitungan dengan menggunakan rumus di atas dapat menggambarkan tingkat kemampuan soal dalam membedakan antar peserta didik yang sudah memahami materi yang diujikan dengan peserta didik yang belum/tidak memahami materi yang diujikan. Adapun klasifikasinya adalah seperti berikut ini (Crocker dan Algina, 1986: 315).
0,40 - 1,00  soal diterima baik
0,30 - 0,39  soal diterima tetapi perlu diperbaiki
0,20 - 0,29              soal diperbaiki
0,19 - 0,00 soal tidak dipakai/dibuang
rpbis merupakan korelasi product moment antara skor dikotomus dan pengukuran kriterion, sedangkan rbis merupakan korelasi product moment antara variabel latent distribusi normal berdasarkan dikotomi benar-salah dan pengukuran kriterion. Oleh karena itu, untuk perhitungan pada data yang sama rpbis = 0, sedangkan r bis paling sedikit 25% lebih besar daripada rpbis. Kedua korelasi ini masing-masing memiliki kelehihan (Millman and Greene, 1993: 360) walaupun para guru/pengambil kebijakan banyak yang suka menggunakan rpbis.
Kelebihan korelasi point biserial: (1) memberikan refleksi konstribusi soal secara sesungguhnya terhadap fungsi tes. Maksudnya ini mengukur bagaimana baiknya soal berkorelasi dengan criterion (tidak bagaimana baiknya beberapa/secara abstrak); (2) sederhana dan langsung berhubungan dengan statistik tes, (3) tidak pernah mempunyai value 1,00 karena hanya variabel-variabel dengan distribusi bentuk yang sama yang dapat berkorelasi secara tepat, dan variabel kontinyu (kriterion) dan skor dikotonius tidak mempunyai bentuk yang sama.
Adapun kelebihan korelasi biserial adalah: (1) cenderung lebih stabil dari sampel ke sampel, (2) penilaian lebih akurat tentang bagaimana soal dapat diharapkan untuk membedakan pada beberapa perbedaan point di skala abilitas, (3) value rbis yang sederhana lebih langsung berhubungan dengan indikator diskriminasi ICC. 

Saturday, December 22, 2012

Uji Run Test dan Uji Kolmogorof – Smirnov


Run test digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif (satu sampel), bila datanya berbentuk ordinal. Pengujian dilakukan dengan cara mengukur kerandoman populasi yang didasarkan atas data hasil pengamatan melalui data sampel. Uji 1 sampel kolmogorov-Smirnov digunakan untuk menetahui apakah distribusi nilai-nilai sampel yang teramati sesuai dengan distribusi teoritis tertentu (normal, uniform, poisson, eksponensial).

Uji Z, Uji Binomial dan Uji Chi-Square


 Uji Z digunakan ketika sampel yang ada lebih besar dari 35, karena sampel yang semakin besar akan cenderung membentuk sebaran distribusi normal. Kecenderungan mendekati distribusi normal akan semakin kuat ketika p mendekati ½ dan akan melambat jika mendekati 1 atau 0. Semakin besar perbedaan antara p dan q dan N semakin besar maka distribusi binomial akan mendekati distribusi normal. 

Equating Score (Penyamaan Skor)


”Tinjauan tentang Vertical Equating (Penyamaan vertikal)”

 Weiss (1983) mendefinisikan penyetaraan skor sebagal suatu prosedur empiris karena data skor diperoleh dari hasil pekerjaan peserta didik yang selanjutnya diperlukan untuk mentranformasi skor. Menurut Hambleton (1991) penyetaraan skor adalah membandingkan skor yang diperoleh dari perangkat tes yang satu (X) dan perangkat tes lainnya (Y) yang dilakukan melalui proses penyetaraan skor pada kedua perangkat tes tersebut.

Saturday, October 27, 2012

Sekilas Penelitian Ex Post Facto


 Penelitian ex post facto merupakan penelitian yang bertujuan menemukan penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang menyebabkan perubahan pada variable bebas yang secara keseluruhan sudah terjadi.
Penelitian eksperimen dan penelitian ex post facto dibedakan berdasarkan jenis variabelnya. Penelitian eksperimen menggunakan variable bebas aktif sedangkan penelitian ex post facto menggunakan variable bebas atribut.

Tes Hipotesis Untuk Kasus Multiple Correlation

Contoh  Kasus Multi Korelasi







X1
X2
Y

X1
X2
Y
2
5
2

4
3
3
2
4
1

3
6
3
1
5
1

6
9
6
1
3
1

6
8
6
3
6
5

8
9
10
4
4
4

9
6
9
5
6
7

10
4
6
5
4
6

9
5
6
7
3
7

4
8
9
6
3
8

4
9
10







Questions :





1
Find the regression equation.

2
Test the increment variance, the relative

important of varl'




Friday, July 20, 2012

Program ITEMAN : Interpretasi Hasil

ITEM AND TEST ANALYSIS (ITEMAN) merupakan perangkat lunak (software) yang dibuat melalui bahasa pemrograman komputer dan dibuat khusus untuk analisis butir soal dan tes. Hasil analisis meliputi: tingkat kesukaran butir soal, daya pembeda soal, statistik sebaran jawaban, kehandalan/reliabilitas tes, kesalahan pengukuran (standar error), dan distribusi skor serta skor setiap peserta tes.

Thursday, June 21, 2012

Penyelesaian Item Respons Butir Model Logistik 3 Parameter


    Teori respon butir merupakan salah satu prosedur statistik untuk menganalisis dan mendeskripsikan hasil tes. Wendy M. Yen dalam Encyclopedia of Educational Research (1992: 657) dikatakan beberapa hal yang membedakannya dengan teori tes klasik. Disana disebutkan 3 karakteristik khusus teori respon butir yaitu : "(1) ... it focuses on performanceon individual items, rather than only intact tests, (2) it describes item performance at each level of student ability and (3) it is model based".

Friday, June 1, 2012

Mengenal Analisis Jalur ( Path Analysis )


Analisis jalur (path analysis) merupakan suatu teknik analisis statistika yang dikembangkan dari analisis regresi berganda. Dalam literatur berbahasa Indonesia, teknik ini dikenal juga sebagai analisis lintas atau analisis lintasan. Teknik ini pertama kali diperkenalkan oleh Sewall Wright pada tahun 1934 sebagai alat untuk mengkaji hubungan antarvariabel dalam produksi ternak, namun penerapannya sekarang meluas ke bidang-bidang lain, seperti genetika terapan dan ekonomi.

Software Statistik TERLARIS Yang Dipakai Sekarang

Statistik Sangatlah Memusingkan, mungkin itu anggapan sebagian orang, apalagi kalau ditambahkan dengan rumus-rumus weits.., bisa botak nie kepala. Namun sekarang semua dipermudah, kenapa? Karena telah banyak software statistik yang dibuat untuk mempermudah perhitungan statistik penelitian anda. Berikut ini saya sampaikan beberapa software statistik yang paling banyak digunakan.

Sunday, May 27, 2012

Variabel Moderating dalam Regresi Linear


               Variabel moderating adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan antara satu variabel dengan variabel lain. Sebagai contoh: seorang suami menyayangi istrinya. Dengan hadirnya seorang anak, maka rasa sayang tersebut bertambah. Berarti variabel anak merupakan moderating antara rasa saya suami terhadap istri. Contoh lain: kompensasi memperkuat pengaruh antara kepuasan kerja terhadap kinerja. Artinya kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja, dan adanya kompensasi yang tinggi maka pengaruh antara kepuasan kerja terhadap kinerja menjadi lebih meningkat. Dalam hal ini, kompensasi bisa saja berpengaruh terhadap kinerja bisa saja tidak.
Metode analisis regresi linear dengan variabel moderating:

Monday, May 14, 2012

BIAS Pada Instrumen Tes Hasil Belajar


                                    Suatu Kajian Pustaka                               
                  Oleh : Y. Manoppo              

Pengadministrasian suatu tes idealnya tidak memuat kesalahan dalam pengukuran, baik kesalahan acak maupun kesalahan sistematis. Instrumen tes yang digunakan untuk mengukur seharusnya memiliki validitas dan reliabilitas yang mantap serta adil. Adil artinya butir-butir tes tidak menguntungkan atau merugikan sekelompok peserta tes tertentu. Tes yang menguntungkan atau merugikan kelompok tertentu dikatakan tes tersebut memuat bias butir atau mengandung differential item functioning (DIF).

Friday, May 11, 2012

Regresi Non Linear & Regresi Logistik

        Secara umum, regresi adalah suatu metode untuk meramalkan nilai harapan yang bersyarat. Regresi dikatakan linear apabila hubungan antara variabel independen dan variabel dependennya adalah linear. Hubungan antara variabel independen dan variable dependen dapat dikatakan linear apabila diagram pencar data dari peubah-peubah tersebut mendekati pola garis lurus. Fungsi linear selain mudah interpretasinya, juga dapat digunakan sebagai hampiran (approximation) atas hubungan yang bukan non-linear.

Analisis Regresi : Pemilihan Metode Terbaik


REGRESI STEPWISE, BACKWARD, FORWARD
Regresi Stepwise merupakan salah satu metode untuk mengatasi adanya kasus multikolinieritas, yaitu suatu kondisi dimana terjadi korelasi yang kuat diantara variabel-variabel bebas (X). Untuk mendeteksi adanya kasus multikolinieritas dapat dilihat dari besarnya nilai VIF yang lebih dari 10. Metode Stepwise merupakan gabungan dari metode backward elimination dan forward selection, untuk itu akan dibahas metode backward elimination, forward selection, dan stepwise regression.

Monday, April 30, 2012

Metode dan Instrumen Dalam Melakukan Pengumpulan Data Penelitian


Dari arti kata kedua istilah tersebut segera dapat dikemukakan pengertiannya demikian:
"Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan olph peneliti untuk mengumpulkan data"
"Cara" menunjuk pada sesuatu yang abstrak, tidak dapat diwujudkan dalam benda yang kasat mata, tetapi hanya dapat dipertontonkan penggunaannya. Terdaftar sebagai metode-metode penelitian adalah: angket (questionnaire), wawancara atau interviu (interview), pengamatan (observation), ujian atau tes (test), dokumentasi (documentation), dan lain sebagainya.

Monday, April 23, 2012

Teknik Pengambilan SAMPEL Penelitian

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Ronald (1995) mendefinisikan sampel adalah suatu himpunan bagian dari populasi. Apabila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, maka dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi.