Home /Beranda

Tuesday, February 26, 2013

Download Ratusan Referensi Jurnal Ilmiah dalam waktu 1 Detik. Bisa ngak ya?

        Terkadang dalam menyusun Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi maupun penelitian-penelitian yang lain) kita sering terhambat dengan masalah referensi JURNAL. Jurnal-jurnal ini diperlukan untuk mendukung penelitian. Karya ilmiah merupakan keharusan bagi orang yang berkecimpung di dunia ilmiah. Murid di sekolah, mahasiswa di perguruan tinggi, dan kalangan profesional serta para akademisi membuat karya ilmiah.

Thursday, February 21, 2013

Daya Beda Butir Tes

Untuk mengetahui daya pembeda soal bentuk uraian adalah dengan menggunakan rumus berikut ini.

Hasil perhitungan dengan menggunakan rumus di atas dapat menggambarkan tingkat kemampuan soal dalam membedakan antar peserta didik yang sudah memahami materi yang diujikan dengan peserta didik yang belum/tidak memahami materi yang diujikan. Adapun klasifikasinya adalah seperti berikut ini (Crocker dan Algina, 1986: 315).
0,40 - 1,00  soal diterima baik
0,30 - 0,39  soal diterima tetapi perlu diperbaiki
0,20 - 0,29              soal diperbaiki
0,19 - 0,00 soal tidak dipakai/dibuang
rpbis merupakan korelasi product moment antara skor dikotomus dan pengukuran kriterion, sedangkan rbis merupakan korelasi product moment antara variabel latent distribusi normal berdasarkan dikotomi benar-salah dan pengukuran kriterion. Oleh karena itu, untuk perhitungan pada data yang sama rpbis = 0, sedangkan r bis paling sedikit 25% lebih besar daripada rpbis. Kedua korelasi ini masing-masing memiliki kelehihan (Millman and Greene, 1993: 360) walaupun para guru/pengambil kebijakan banyak yang suka menggunakan rpbis.
Kelebihan korelasi point biserial: (1) memberikan refleksi konstribusi soal secara sesungguhnya terhadap fungsi tes. Maksudnya ini mengukur bagaimana baiknya soal berkorelasi dengan criterion (tidak bagaimana baiknya beberapa/secara abstrak); (2) sederhana dan langsung berhubungan dengan statistik tes, (3) tidak pernah mempunyai value 1,00 karena hanya variabel-variabel dengan distribusi bentuk yang sama yang dapat berkorelasi secara tepat, dan variabel kontinyu (kriterion) dan skor dikotonius tidak mempunyai bentuk yang sama.
Adapun kelebihan korelasi biserial adalah: (1) cenderung lebih stabil dari sampel ke sampel, (2) penilaian lebih akurat tentang bagaimana soal dapat diharapkan untuk membedakan pada beberapa perbedaan point di skala abilitas, (3) value rbis yang sederhana lebih langsung berhubungan dengan indikator diskriminasi ICC. 

Saturday, December 22, 2012

Uji Run Test dan Uji Kolmogorof – Smirnov


Run test digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif (satu sampel), bila datanya berbentuk ordinal. Pengujian dilakukan dengan cara mengukur kerandoman populasi yang didasarkan atas data hasil pengamatan melalui data sampel. Uji 1 sampel kolmogorov-Smirnov digunakan untuk menetahui apakah distribusi nilai-nilai sampel yang teramati sesuai dengan distribusi teoritis tertentu (normal, uniform, poisson, eksponensial).

Uji Z, Uji Binomial dan Uji Chi-Square


 Uji Z digunakan ketika sampel yang ada lebih besar dari 35, karena sampel yang semakin besar akan cenderung membentuk sebaran distribusi normal. Kecenderungan mendekati distribusi normal akan semakin kuat ketika p mendekati ½ dan akan melambat jika mendekati 1 atau 0. Semakin besar perbedaan antara p dan q dan N semakin besar maka distribusi binomial akan mendekati distribusi normal. 

Equating Score (Penyamaan Skor)


”Tinjauan tentang Vertical Equating (Penyamaan vertikal)”

 Weiss (1983) mendefinisikan penyetaraan skor sebagal suatu prosedur empiris karena data skor diperoleh dari hasil pekerjaan peserta didik yang selanjutnya diperlukan untuk mentranformasi skor. Menurut Hambleton (1991) penyetaraan skor adalah membandingkan skor yang diperoleh dari perangkat tes yang satu (X) dan perangkat tes lainnya (Y) yang dilakukan melalui proses penyetaraan skor pada kedua perangkat tes tersebut.

Saturday, October 27, 2012

Sekilas Penelitian Ex Post Facto


 Penelitian ex post facto merupakan penelitian yang bertujuan menemukan penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang menyebabkan perubahan pada variable bebas yang secara keseluruhan sudah terjadi.
Penelitian eksperimen dan penelitian ex post facto dibedakan berdasarkan jenis variabelnya. Penelitian eksperimen menggunakan variable bebas aktif sedangkan penelitian ex post facto menggunakan variable bebas atribut.

Tes Hipotesis Untuk Kasus Multiple Correlation

Contoh  Kasus Multi Korelasi







X1
X2
Y

X1
X2
Y
2
5
2

4
3
3
2
4
1

3
6
3
1
5
1

6
9
6
1
3
1

6
8
6
3
6
5

8
9
10
4
4
4

9
6
9
5
6
7

10
4
6
5
4
6

9
5
6
7
3
7

4
8
9
6
3
8

4
9
10







Questions :





1
Find the regression equation.

2
Test the increment variance, the relative

important of varl'